“Jelaskan tentang Scientific Management! ”
Scientific Management adalah manajemen yang menggunakan ilmu (science) dan scientific method. Sedangkan sciectific method adalah suatu pendekatan yang tepat terhadap suatu objek ilmu yang tujuan utamanya ialah untuk menambah pengetahuan yang sudah ada.
Scientific management memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Tersusun secara sistematis atau teratur.
- Dapat dipelajari dan diajarkan.
- Menggunakan metode-metode ilmiah.
- Dapat dijadikan suatu teori.
- Objektif dan rasional.
- Tahap Survival ( 1886 - 1930 ), tahap ini adalah tahap lahirnya ilmu manajemen yang ditandai dengan gerakan manajemen ilmiah yang dipelopori oleh Frederick Winslow Taylor (1911). Dalam tahap survival ini, para ahli memperjuangkan untuk diakuinya manajemen sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan.
- Tahap konsolidasi atau penyempurnaan ( 1930 - 1945 ), dalam tahap ini para pelopor manajemen ilmiah merumuskan metode - metode dan prinsip - prinsip dari ilmu manajemen yang dapat dipraktekan dalam kegiatan - kegiatan perusahaan.
- Tahap human relation ( 1945 - 1959 ), dalam tahap ini, selain menggunakan prinsip - prinsip berdasarkan keilmuan, juga lebih mengutamakan perhatian kepada manusia ( para pekerja ) yang berperan serta dalam kegiatan - kegiatan mencapai tujuan usaha. Hubungan antara pemimpin dan pegawai diupayakan dilaksanakan dalam suasana hubungan manusia yang lebih baik.
- Tahap behaviouralisme ( 1959 - sekarang ), dalam tahap ini perhatian utama para ahli manajemen terutama dipusatkan terhadap pentingnya peranan manusia kerja dalam usaha mencapai tujuan perusahaan.
Pada awal perkembangan scientific management, Taylor membuat perencanaan sistem upah yang dapat mempengaruhi turunnya biaya dan peningkatan produktivitas, mutu, pendapatan dan kinerja karyawan. Metode tersebut dikenal sebagai differential rate system.
Prinsip-prinsip scientific management menurut Taylor dibagi kedalam 4 elemen dasar sebagai berikut:
Prinsip-prinsip scientific management menurut Taylor dibagi kedalam 4 elemen dasar sebagai berikut:
- Pengembangan manajemen ilmiah yang benar dapat digunakan untuk menentukan metode terbaik untuk menjalankan setiap tugas.
- Proses seleksi karyawan dengan cara yang ilmiah, setiap karyawan akan mendapatkan tanggung jawab sesuai dengan keahliannya.
- Hubungan kerjasama yang erat antara manajemen dan karyawan.
- Pendidikan dan pengembangan karyawan dengan cara yang ilmiah.
Sumbangan Teori Manajemen Ilmiah dalam ilmu manajemen sebagai berikut:
- Metode yang dikembangkan dapat diterapkan di semua organisasi.
- Teknik ke-efisienan telah menyadarkan para manajer bahwa fungsi gerak dan alat dalam membantu melakukan pekerjaan merupakan salah satu elemen yang dapat meningkatkan efisiensi produktivitas.
- Proses seleksi dan pengembangan karyawan sangat penting karena berpengaruh pada produktivitas karyawan.
- Scientific Management yang fokus pada pentingnya rencana kerja dapat meningkatkan cara bekerja para manajer.
- Selain menggunakan pendekatan rasional, scientific management menggunakan profesionalisme dalam memecahkan masalah organisasi.
Namun, scientific management mempunyai berbagai keterbatasan dalam implementasi di lapangan antara lain karena peningkatan produktivitas tidak disertai dengan peningkatan pendapatan yang layak bagi karyawan, upah yang tinggi dan kondisi kerja yang baik sebenarnya tidak dipengaruhi oleh peningkatan laba perusahaan, masih jauhnya hubungan antara manajer dan karyawan, adanya pengabaian faktor frustasi dan ketegangan yang dialami karyawan ketika tidak dapat memenuhi kebutuhan sosialnya, dan pengabaian kebutuhan manusia untuk mendapatkan kepuasan hasil kerja.
Sumber: sukasayurasem dan pengantarmanagement.
“Mengapa sistem kerja perlu dirancang dengan baik?”
Dalam sebuah perusahaan kita mengenal Sisdur atau Sistem Prosedure Kerja, ini adalah cara memanage perusahaan kita. Untuk lebih mengenal maka kita perlu mengetahui dan memahaminya, adapun yang harus kita ketahui adalah :
Note : Ini adalah contoh pencatatan sederhana.
Dari Contoh di atas setiap langkah-langkah yang kita lakukan mempunyai prosedure dan tata kerja masing-masing. Dan Sistem, prosedure dan tata kerja adalah sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan, dan dengan demikian Manejemen dan kebijaksaan pimpinan menjadi lebih terarah, terkoordinir dan terkontrol dengan baik.
System Design atau perancangan sistem merupakan kegiatan untuk pengembangan sistem dan prosedur baru, dalam kaitannya dengan sasaran-sasaran (baru) yang dikehendaki oleh pihak manajemen, untuk memperoleh suatu sistem informasi, yang mampu dipakainya untuk memanajemeni perusahaannya secara lebih efektif dan efisien. Perancangan sistem (baru) tersebut dilakukan dengan meningkatkan efisiensi aliran data dalam organisasi, serta memperbaiki sistem pengendaliannya melalui kegiatan operasional perusahaan.
Perancangan sistem merupakan sebuah proses yang terdiri dari beberapa kegiatan.
Sasaran Perancangan Sistem
Perancangan sebuah sistem baru tidak hanya berupaya untuk mempercepat atau mengotomasikan sistem lama saja, tetapi dapat disebut sebagai sebuah upaya reorganisasi secara menyeluruh di segenap jajaran operasional. Hal tersebut dimaksudkan untuk beberapa sasaran, antara lain menentukan secara tepat banyaknya informasi yang seharusnya diterima oleh masing-masing pihak yang membutuhkan, agar yang bersangkutan bisa benar-benar terbantu dalam menjalankan pekerjaan yang jadi tanggungjawabnya, khususnya dalam proses pengambilan keputusan.
Informasi yang terlalu berlebihan, tak akan menjadi lebih membantu, jika informasi yang diterimanya tersebut tidak relevan dengan kebutuhan bagi penerimanya. Kecuali akan membuatnya bingung, juga memaksa perusahaan mengeluarkan biaya yang tak perlu, karena harus mencetak sekian lembar laporan, yang sama sekali tak digunakan. Tetapi, informasi yang sangat sedikit, boleh jadi menjadi tak cukup lengkap, sehingga pihak penerimanya tak bisa menggunakannya sebagai alat bantu pengambil keputusan yang baik. Jika sebuah keputusan didasarkan atas informasi yang tidak lengkap, maka dikawatirkanlah kualitas keputusan itu tadi.
Tujuan lain dari perancangan sistem adalah melakukan upaya standarisasi, yang jika bisa dilakukan secara benar, akan banyak menghemat waktu dan biaya.
Pengembangan sistem pengendalian juga merupakan sasaran perancangan sistem. Sistem pengendalian yang dibentuk juga harus dibuat sedemikian rupa agar tidak terlalu berlebihan, atau terlalu longgar. Tujuan pengendalian ini adalah agar bisa dihasilkan keluaran yang didasarkan atas pertimbangan efisiensi. Tujuan terakhir dari perancangan sistem adalah untuk mengurangi fungsi-fungsi yang terduplikasi, baik dalam hal tujuan, operasi, data, form-form, serta laporannya. Juga menghindarkan adanya prosedur-prosedur yang tak perlu. Juga dalam hal aliran data, laporan-laporan, dan fungsi-fungsi.
Pertanyaan bagi manajemen
Perancangan sebuah sistem dilakukan berdasarkan atas permintaan manajemen, dalam rangka dapatnya dibentuk sebuah sistem informasi pengolahan data yang bisa membantunya menjalankan fungsinya selaku pengambil keputusan. Mengingat bahwa perancangan sistem ini berasal dari adanya kebutuhan dari manajemen tersebut di atas, maka kita perlu mengajukan sejumlah pertanyaan dasar bagi manajemen, sebelum kegiatan perancangan sistem tersebut dikerjakan.
Adapun daftar pertanyaan yang harus diperoleh jawabannya dari manajemen tersebut meliputi :
Memahami sasaran sistem sebenarnya merupakan hal yang sangat penting bagi seorang sistem analis dalam melakukan tugasnya. Bagaimana pun, seorang sistem analis harus memperoleh konfirmasi dari tangan pertama mengenai hal tersebut. Seorang sistem analis boleh saja mengetengahkan gagasan-gagasannnya sendiri kepada pihak manajemen, untuk melengkapi pelbagai sasaran yang dikehendaki oleh manajemen. Atau menggunakan gagasannya sendiri tersebut untuk memancing manajemen yang bersangkutan agar lebih mudah menyampaikan sasaran apa sebenarnya yang mereka kehendaki.
Sumber: jasajasakonsultan dan tipon.tripod.
Sumber: sukasayurasem dan pengantarmanagement.
o----------------------------------------------------------------o
“Mengapa sistem kerja perlu dirancang dengan baik?”
Dalam sebuah perusahaan kita mengenal Sisdur atau Sistem Prosedure Kerja, ini adalah cara memanage perusahaan kita. Untuk lebih mengenal maka kita perlu mengetahui dan memahaminya, adapun yang harus kita ketahui adalah :
- TATA KERJA : Merupakan cara melaksanakan suatu pekerjaan dengan benar dengan cara yang efektif dan efisien.
- PROSEDURE : Merupakan suatu tahapan dalam tata kerja yang harus dilakukan oleh suatu pekerjaan baik asal pekerjaan dan tujuan akhir dari pekerjaan itu sendiri, kapan harus selesai dan memakai peralatan apa saja dan kepada siapa saja kita berhubungan.
- SISTEM : Merupakan susunan antara tata kerja dengan prosedure yang menjadi satu sehingga membentuk pola tertentu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
- Mengklasifikasi atau pemisahan barang yang berbeda kepentingannya, contoh sabun dan makanan
- Meletakkan barang barang tersebut di lemari kaca atau tempat yang telah tersedia
- Lakukan pencatatan stok barang baik barang masuk dan barang keluar
- Lakukan kontrol dengan cara melihat buku stok.
Note : Ini adalah contoh pencatatan sederhana.
Dari Contoh di atas setiap langkah-langkah yang kita lakukan mempunyai prosedure dan tata kerja masing-masing. Dan Sistem, prosedure dan tata kerja adalah sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan, dan dengan demikian Manejemen dan kebijaksaan pimpinan menjadi lebih terarah, terkoordinir dan terkontrol dengan baik.
System Design atau perancangan sistem merupakan kegiatan untuk pengembangan sistem dan prosedur baru, dalam kaitannya dengan sasaran-sasaran (baru) yang dikehendaki oleh pihak manajemen, untuk memperoleh suatu sistem informasi, yang mampu dipakainya untuk memanajemeni perusahaannya secara lebih efektif dan efisien. Perancangan sistem (baru) tersebut dilakukan dengan meningkatkan efisiensi aliran data dalam organisasi, serta memperbaiki sistem pengendaliannya melalui kegiatan operasional perusahaan.
Perancangan sistem merupakan sebuah proses yang terdiri dari beberapa kegiatan.
- Menentukan secara tepat dan rinci operasional manajemen yang berkaitan dengan kegiatan pengolahan data yang dikehendaki oleh manajemen yang sebenarnya.
- Mengatur semua kebutuhan tadi, serta membagi-baginya secara sistematis pada beberapa tahap dan bagian, yang nantinya akan dioperasionalkan.
- Menentukan cara-cara pelaksanaan dari masing-masing jenis tugas tersebut, serta keempat menentukan tingkat ukuran mutu untuk menilai keberhasilan (dan ketidakberhasilan) dari masing-masing performa tugas-tugas tersebut.
Sasaran Perancangan Sistem
Perancangan sebuah sistem baru tidak hanya berupaya untuk mempercepat atau mengotomasikan sistem lama saja, tetapi dapat disebut sebagai sebuah upaya reorganisasi secara menyeluruh di segenap jajaran operasional. Hal tersebut dimaksudkan untuk beberapa sasaran, antara lain menentukan secara tepat banyaknya informasi yang seharusnya diterima oleh masing-masing pihak yang membutuhkan, agar yang bersangkutan bisa benar-benar terbantu dalam menjalankan pekerjaan yang jadi tanggungjawabnya, khususnya dalam proses pengambilan keputusan.
Informasi yang terlalu berlebihan, tak akan menjadi lebih membantu, jika informasi yang diterimanya tersebut tidak relevan dengan kebutuhan bagi penerimanya. Kecuali akan membuatnya bingung, juga memaksa perusahaan mengeluarkan biaya yang tak perlu, karena harus mencetak sekian lembar laporan, yang sama sekali tak digunakan. Tetapi, informasi yang sangat sedikit, boleh jadi menjadi tak cukup lengkap, sehingga pihak penerimanya tak bisa menggunakannya sebagai alat bantu pengambil keputusan yang baik. Jika sebuah keputusan didasarkan atas informasi yang tidak lengkap, maka dikawatirkanlah kualitas keputusan itu tadi.
Tujuan lain dari perancangan sistem adalah melakukan upaya standarisasi, yang jika bisa dilakukan secara benar, akan banyak menghemat waktu dan biaya.
Pengembangan sistem pengendalian juga merupakan sasaran perancangan sistem. Sistem pengendalian yang dibentuk juga harus dibuat sedemikian rupa agar tidak terlalu berlebihan, atau terlalu longgar. Tujuan pengendalian ini adalah agar bisa dihasilkan keluaran yang didasarkan atas pertimbangan efisiensi. Tujuan terakhir dari perancangan sistem adalah untuk mengurangi fungsi-fungsi yang terduplikasi, baik dalam hal tujuan, operasi, data, form-form, serta laporannya. Juga menghindarkan adanya prosedur-prosedur yang tak perlu. Juga dalam hal aliran data, laporan-laporan, dan fungsi-fungsi.
Pertanyaan bagi manajemen
Perancangan sebuah sistem dilakukan berdasarkan atas permintaan manajemen, dalam rangka dapatnya dibentuk sebuah sistem informasi pengolahan data yang bisa membantunya menjalankan fungsinya selaku pengambil keputusan. Mengingat bahwa perancangan sistem ini berasal dari adanya kebutuhan dari manajemen tersebut di atas, maka kita perlu mengajukan sejumlah pertanyaan dasar bagi manajemen, sebelum kegiatan perancangan sistem tersebut dikerjakan.
Adapun daftar pertanyaan yang harus diperoleh jawabannya dari manajemen tersebut meliputi :
- Apa sasaran sistem sebenarnya ?
- Usaha apa saja yang sudah dilakukan ?
- Model keputusan apakah yang dihadapi ?
- Apakah dasar-dasar informasinya ?
- Informasi apa lagi untuk pengendalian sistem ?
Memahami sasaran sistem sebenarnya merupakan hal yang sangat penting bagi seorang sistem analis dalam melakukan tugasnya. Bagaimana pun, seorang sistem analis harus memperoleh konfirmasi dari tangan pertama mengenai hal tersebut. Seorang sistem analis boleh saja mengetengahkan gagasan-gagasannnya sendiri kepada pihak manajemen, untuk melengkapi pelbagai sasaran yang dikehendaki oleh manajemen. Atau menggunakan gagasannya sendiri tersebut untuk memancing manajemen yang bersangkutan agar lebih mudah menyampaikan sasaran apa sebenarnya yang mereka kehendaki.
Sumber: jasajasakonsultan dan tipon.tripod.
o----------------------------------------------------------------o
Nama anggota kelompok:
Nama anggota kelompok:
- Winta Pingkan (1102130020)
- Putri Indah Sriwijayanti (1102130022)
- Ilham Hadyan (1102130201)
- Nadia Ulfa (1102130202)
- Adi Putro (1102130203)












Tidak ada komentar:
Posting Komentar