Foto di TI-37-01

Minggu, 16 Februari 2014

SCIENTIFICT MANAGEMENT & SISTEM KERJA (revisi nama anggota)

 1. Jelaskan tentang scientific management?

   Scientific management, atau yang biasa di sebut dengan Taylorism merupakan sebuah teori manajemen ilmiah yang di kembangkan oleh Frederick W. Taylor (1856 - 1915). dengan tujuan untuk mengembangkan efisiensi ekonomi serta menambahkan unsur ilmiah dalam Teknik dan ilmu Manajemen.

    Sebelumnya ada beberapa Teori Manajemen yang di kembangkan oleh banyak penemu yang menjadi dasar kemajuan teknologi industri dan manajemen saat ini . seperti :
  1.  Aliran Klasik yang terbagi menjadi dua : 
             - Manajemen ilmiah (Scientific Management)
             - Teori Organisasi Klasik
 
     2.     Aliran Neoklasik    
     3.     Aliran Manajement Modern
   ketiga aliran tersebutlah yang kemudian di kembangkan oleh Frederick W.taylor dan kawan-kawan hingga saat ini menjadi perubah sejarah. 

  Pada era awal 1880 sampai 1920 Taylor terus melakukan hipotesis ke industri manufakturing untuk mengembangkan teori Taylorism nya meskipun sempat terjadi persaingan dengan beberapa pengembang manajemen ilmiah lain. beliau mengatakan bahwa kita juga perlu memikirkan kondisi psikis pekerja, kenyamanan pekerja serta tingkat maksimum tenaga pekerja yang dapat berperngaruh pada produktifitas dan efisiensi hasil akhir.

   Tidak terhenti sampai disitu, banyak dari murid - murid F.W Taylor yang terus mengembangkan teorinya seperti  Henry Gantt,  Benjamin S. GrahamMax Weber Serta, Frank Gilberth. frank gilberth merupakan seorang penemu hebat yang menciptakan 14 gerakan therblig dengan bantuan hipotesis sang guru yaitu FW Taylor. Kedua orang ini menyumbangkan ilmu pengembangan manajemen ilmiah yang paling mencolok, dengan tujuan untuk mengurangi gerakan-gerakan yang tidak di perlukan sangatlah berdampak baik untuk dunia industri (mengutamakan keefisienan serta ke efektifan gerakan tubuh manusia serta tataletak ruang kerja).


2. Mengapa sebuah Sistem Kerja harus dirancang dengan baik?

Sebuah sitem kerja harus dirancang yang baik karena akan memperngaruhi atau membuat supaya opertor dapat bekerja dengan nyaman dan terkendali. Dan apabila operator kerja merasa nyaman menggunakan sistem tersebut, maka dia dapat bekerja lebih optimal sehingga produktivitas operator menjadi meningkat. 
 Dalam suatu perusahaan, untuk menciptakan suasana yang harmonis dalam lingkungan kerja diperusahaan, harus ada pembenahan segala aspek, yang salah satunya adalah sistem kerja yang ada dalam lantai produksi, ini adalah salah satu hal yang tidak dapat dihindarkan karena sangat berpengaruh terhadap produksi yang dihasilkan perusahaan. Selain melakukan perbaikan metode kerja disetiap bagian untuk meningkatkan produktivitas kerja, tujuan lain yang cukup realistis pada era sekarang adalah meningkatkan fleksibilitas sistem kerja, mampu beradaptasi dengan pasar dan mempunyai kemampuan berkembang untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. 
 Hal yang terpenting dari perancangan sistem kerja adalah objek dari sistem kerja tersebut, bukan operator, sebab operator tidak bisa di eksplor. Oleh karna itu dengan perancangan sistem kerja yang baik, akan memberikan dampak positif yang banyak sekali kepada perusahaan tersebut.




Kelompok : Ahmad Fauzan Abdurrahman, Rizki Alif Pratama, Diva Nacita Putri, Rahmah Shabrina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar