Jelaskan tentang scientific management?
Scientific management, atau yang biasa di
sebut dengan Taylorism merupakan
sebuah teori manajemen ilmiah yang di kembangkan oleh Frederick W. Taylor (1856 - 1915). dengan tujuan untuk mengembangkan
efisiensi ekonomi serta menambahkan unsur ilmiah dalam Teknik dan ilmu
Manajemen.
Sebelumnya ada beberapa Teori Manajemen yang di kembangkan oleh banyak
penemu yang menjadi dasar kemajuan teknologi industri dan manajemen saat ini .
seperti :
1. Aliran Klasik yang terbagi menjadi dua :
- Manajemen ilmiah (Scientific Management)
- Teori Organisasi Klasik
2. Aliran
Neoklasik
3. Aliran
Manajement Modern
ketiga aliran
tersebutlah yang kemudian di kembangkan oleh Frederick W.taylor dan kawan-kawan
hingga saat ini menjadi perubah sejarah.
Pada era awal
1880 sampai 1920 Taylor terus melakukan hipotesis ke industri manufakturing
untuk mengembangkan teori Taylorism nya meskipun sempat terjadi persaingan
dengan beberapa pengembang manajemen ilmiah lain. beliau mengatakan bahwa kita
juga perlu memikirkan kondisi psikis pekerja, kenyamanan pekerja serta tingkat
maksimum tenaga pekerja yang dapat berperngaruh pada produktifitas dan
efisiensi hasil akhir.
tidak terhenti
sampai disitu, banyak dari murid - murid F.W Taylor yang terus mengembangkan
teorinya seperti Henry Gantt, Benjamin S. Graham, Max Weber Serta,
Frank Gilberth. frank gilberth merupakan seorang penemu hebat yang menciptakan
14 gerakan therblig dengan bantuan hipotesis sang guru yaitu FW Taylor.
kedua orang ini menyumbangkan ilmu pengembangan manajemen ilmiah yang
paling mencolok.
dengan tujuan untuk mengurangi gerakan-gerakan yang tidak di perlukan
sangatlah berdampak baik untuk dunia industri.(mengutamakan keefisienan serta
ke efektifan gerakan tubuh manusia serta tataletak ruang kerja)
Mengapa sebuah Sistem Kerja harus
dirancang dengan baik?
Sebuah sitem kerja harus dirancang
yang baik karena akan memperngaruhi atau membuat supaya opertor dapat bekerja dengan nyaman dan terkendali. Dan
apabila operator kerja merasa nyaman menggunakan sistem tersebut, maka dia
dapat bekerja lebih optimal sehingga produktivitas operator menjadi meningkat. Dalam suatu perusahaan, untuk menciptakan suasana yang
harmonis dalam lingkungan kerja diperusahaan, harus ada pembenahan segala aspek,
yang salah satunya adalah sistem kerja yang ada dalam lantai produksi, ini
adalah salah satu hal yang tidak dapat dihindarkan karena sangat berpengaruh
terhadap produksi yang dihasilkan perusahaan. Selain melakukan perbaikan
metode kerja disetiap bagian untuk meningkatkan produktivitas kerja, tujuan
lain yang cukup realistis pada era sekarang adalah meningkatkan fleksibilitas sistem kerja, mampu beradaptasi dengan pasar
dan mempunyai kemampuan berkembang untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.
Hal yang terpenting dari perancangan sistem kerja adalah objek dari sistem
kerja tersebut, sebab operator tidak bisa di eksplor. Oleh karna itu dengan
perancangan sistem kerja yang baik, akan memberikan dampak positif yang banyak sekali
kepada perusahaan tersebut.
Kelompok : Fauzan Abdurahman, Rizki Alif Pratama, Diva Nacita Putri, Rahmah Shabrina












Tidak ada komentar:
Posting Komentar