Foto di TI-37-01

Senin, 10 Februari 2014

Tugas 1, SCIENTIFIC MANAGEMENT

Soal pertama : Jelaskan tentang Scientific Management.

Scientific Management menggambarkan tentang bagaimana penggunaan metode scientific untuk mendefinisikan “cara terbaik” dalam mengerjakan suatu pekerjaan.
Frederick W Taylor adalah seorang karyawan pada industri baja Midvale and Bethlehem Steel Companies yang beroperasi di Pennsylvania. Sebelumnya dia sudah sering menghasilkan temuan-temuan hebat dalam kaitan dengan “ketidak efisienan pekerja”. Para pekerja pada saat itu menggunakan teknik bekerja yang sanggat berbeda dengan apa yang dikemukakan oleh Frederick W Taylor, dan para pekerja cenderung untuk memandang mudah dan meremehkan pekerjaan, sehingga hampir semua pekerja menghasilkan pekerjaan yang tidak standar. Pekerja ditempatkan pada tempat kerja yang tidak sesuai dengan kemampuan dan sikapnya, dan manajer dan para pekerja seringkali konflik. Berawal dari kondisi inilah kemudian Frederick W Taylor memperbaiki situasi dengan menerapkan metode scientific. Taylor menghabiskan dua dekade untuk mencari dan menemukan “satu cara terbaik” untuk mengerjakan suatu pekerjaan.
Taylor memberikan 4 prinsip manajemen yang meliputi:

  1. pengembangan ilmu pengetahuan pada masing-masing elemen kerja personal, menggantikan aturan lama yang disebut dengan metode jempol.
  2. Pemilihan, pelatihan, pengajaran dan pengembangan para pekerja secara ilmiah (sebelumnya para pekerja memilih pekerjaan mereka dan melatih mereka sendiri dengan cara yang mereka bisa)
  3. Kerjasama dengan sepenuh hati antara manajer dengan para pekerja untuk memastikan bahwa seluruh pekerja melakukan pekerjaannya sesuai dengan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan.
  4. Membagi kerja dan tanggung jawab yang hampir sama antar manajemen dan para pekerja. Manajemen mengambil seluruh pekerjaan yang lebih baik dikerjakannya daripada dikerjakan oleh para pekerja. (Sebelumnya, hampir seluruh pekerjaan dan bagian terbesar dari pekerjaan tanggung jawabnya diberikan kepada para pekerja)
Keempat prinsip tersebut diyakinan akan dapat menghasilkan sesuatu yang prospektif baik bagi pekerja maupun manajer. Peristiwa berikut merupakan contoh dari implementasi scientific management.
Taylor menguji cobakan prinsip-prinsip manajemennya pada suatu uji coba yang disebut dengan “pig-iron experiment”. Para pekerja mengambil “babi-babi” besi seberat 42 kilogram dari kereta rel. Rata-rata per hari dapat menghasilkan 12.5 ton besi. Namun demikian, Taylor percaya dengan menggunakan analisis ilmiahnya dan dengan menggunakan “cara terbaik” maka rata-rata tersebut akan dapat ditingkatkan menjadi 47 – 48 tons per hari, setelah berbagai kombinasi dari berbagai prosedur yang berbeda, teknik dan alat yang berbeda diterapkan, Taylor sukses meningkatkan tingkat produktifitas. Bagaimana bisa terjadi? Dia menetapkan orang yang sesuai dalam pekerjaan dengan memperbaiki peralatan yang digunakannya, para pekerja mengikuti instruksi yang ada, dan dimotivasi dengan insentif harian yang lebih tinggi. Menggunakan pekerjaan yang sama untuk pekerjaan yang berbeda, Taylor dapat mendefinisikan “cara terbaik” tersebut dalam menangani suatu pekerjaan. Secara keseluruhan, Taylor mencapai peningkatan produktifitas secara konsisten sampai dengan 200 persen. Dari sinilah kemudian Taylor menjadi “bapak” dari scientific management. Teori digunakan secara luas di seluruh dunia, dan kemudian menginspirasi pengikutnya.


Soal kedua : Mengapa Sistem kerja perlu dirancang dengan baik? 

Sistem kerja perlu dirancang dengan baik agar dapat:
1. Meng-efesiensikan waktu.
   Jika suatu sistem dirancang dengan teratur maka tidak akan ada waktu yang terbuang dengan sia-sia. Semua akan terkontrol dengan baik sehingga pekerjaan bisa dilaksanakan secara efisien.
2. Menghemat tenaga.
   Berhubungan dengan meng-efisiensi waktu, jika bisa mengatur waktu dengan singkat maka para pekerja bisa menghemat tenaga mereka. 
3. Menghemat modal.
   Selain itu jika sistem dirancang dengan baik bisa meminim modal dengan berpikir kritis tanpa merugikan pihak manapun.

Masih banyak lagi keunggulan yang akan didapat jika sistem kerja dirancang dengan baik karena semua berawal dari perencanaan. Sebuah perencanaan sangat penting untuk menghasilkan penghasilan yang baik pula. Sebagai contoh, dalam permainan sepak bola untuk menghasilkan strategi yang baik harus melakukan perencanaan terlebih dahulu. Sama halnya dengan sistem kerja, jika tidak dirancang dengan baik maka segala sesuatunya tidak akan terkendali sehingga hasilnya akan menjadi buruk.




Dipostkan oleh
Syaif muhami Shidiq (1102134277)
M. Kresna Adiguna (1102134278)
Inda Putri Heni (1102134279)
Yulian Mutiara (1102134280)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar