Foto di TI-37-01

Sabtu, 15 Februari 2014



1. Scientific Management
A. Pengertian.
Scientific Management adalah Manajemen ilmiah atau disebut juga manajemen modern yaitu kepemimpinan atau pengelolaan kegiatan untuk mencapai suatu tujuan dengan menggunakan cara kerja yang berdasarkan prinsip - prinsip atau pedoman - pedoman manajemen yang menggunakan ilmu (science) danscientific method. Sedangkan Sciectific method adalah suatu pendekatan yang tepat terhadap suatu objek ilmu yang tujuan utamanya ialah untuk menambah pengetahuan yang sudah ada.
B. Ciri-ciri.
Scientific Management memiliki beberapa ciri yaitu :
1.      Tersusun secara sistematis atau teratur.
Menggunakan cara kerja keilmuan dan prinsip - prinsip keilmuan sebagai hasil percobaan dan penyelidikan yang ilmiah pula.
2.      Dapat dipelajari dan diajarkan.
Ilmu yang sudah diterapkan dalam Scientific Management dapat di ajarkan dan dipelajari oleh orang lain untuk memudahkan orang lain dalam melakukan pekerjaannya.


3.      Menggunakan metode-metode ilmiah.
Bekerja berdasarkan ukuran - ukuran ( standar - standar ) tertentu, baik dalam cara kerja, waktu yang digunakan, maupun hasil produksi yang diharapkan.
4.      Dapat dijadikan suatu teori.
Dapat dijadikan sebuah bahan pembelajaran dalam melakukan suatu pekerjaan.

5.      Objektif dan rasional.
Cara kerja dan hasil kerjanya dapat mengikuti dan memenuhi tuntutan kebutuhan jaman yang makin meningkat dan dapat diterima oleh orang lain.


C. Sejarah perkembangan Scientific Management.
1.         Tahap Survival ( 1886 - 1930 ), tahun 1886 adalah tahun lahirnya ilmu manajemen yang ditandai dengan gerakan manajemen ilmiah yang dipelopori oleh Frederick Winslow Taylor.Dalam tahap survival ini, para ahli memperjuangkan untuk diakuinya manajemen sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan.
2.         Tahap konsolidasi atau penyempurnaan ( 1930 - 1945 ), dalam tahap ini para pelopor manajemen ilmiah merumuskan metode - metode dan prinsip - prinsip dari ilmu manajemen yang dapat dipraktekan dalam kegiatan - kegiatan perusahaan.
3.         Tahap human relation ( 1945 - 1959 ), dalam tahap ini, selain menggunakan prinsip - prinsip berdasarkan keilmuan, juga lebih mengutamakan perhatian kepada manusia ( para pekerja ) yang berperan serta dalam kegiatan - kegiatan mencapai tujuan usaha. Hubungan antara pemimpin dan pegawai diupayakan dilaksanakan dalam suasana hubungan manusia yang lebih baik.
4.         Tahap behaviouralisme ( 1959 - sekarang ), dalam tahap ini perhatian utama para ahli manajemen terutama dipusatkan terhadap pentingnya peranan manusia kerja dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. 


2.Mengapa Sistem Kerja perlu dirancang dengan baik?
 kenapa system kerja harus dirancang karena jika tidak ada system kerja maka akan terjadi banyak waktu yang terbuang dan material yang banyak harus disediakan oleh seseorang,jika dirancang system kerja maka manusia akan lebih mudah dalam bekerja dan waktu yang diperlukan lebih cepat dan efisien,material yang dikeluarkan juga akan lebih sedikit.begitu juga dengan biaya yang diperlukan ketika belum ada system kerja akan lebih banyak dari pada saat emnggunakan system kerja. 

(kelompok : Ruslan Mohammad Kafi  , Fikrianto Wibowo , Muflih Anugrah , Naufal Rahmat Nur. )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar