1. Scientific Management
A. Pengertian.
Scientific
Management adalah Manajemen ilmiah atau disebut juga
manajemen modern yaitu kepemimpinan atau pengelolaan kegiatan untuk mencapai
suatu tujuan dengan menggunakan cara kerja yang berdasarkan prinsip - prinsip atau
pedoman - pedoman manajemen yang
menggunakan ilmu (science) danscientific method. Sedangkan Sciectific method adalah suatu pendekatan yang tepat
terhadap suatu objek ilmu yang tujuan utamanya ialah untuk menambah pengetahuan
yang sudah ada.
B. Ciri-ciri.
Scientific Management memiliki beberapa ciri
yaitu :
1.
Tersusun secara sistematis atau teratur.
Menggunakan
cara kerja keilmuan dan prinsip - prinsip keilmuan sebagai hasil percobaan dan
penyelidikan yang ilmiah pula.
2.
Dapat dipelajari dan diajarkan.
Ilmu yang sudah
diterapkan dalam Scientific Management dapat di ajarkan dan dipelajari
oleh orang lain untuk memudahkan orang lain dalam melakukan pekerjaannya.
3.
Menggunakan metode-metode ilmiah.
Bekerja
berdasarkan ukuran - ukuran ( standar - standar ) tertentu, baik dalam cara
kerja, waktu yang digunakan, maupun hasil produksi yang diharapkan.
4.
Dapat dijadikan suatu teori.
Dapat dijadikan sebuah
bahan pembelajaran dalam melakukan suatu pekerjaan.
5.
Objektif dan rasional.
Cara
kerja dan hasil kerjanya dapat mengikuti dan memenuhi tuntutan kebutuhan jaman
yang makin meningkat dan dapat diterima oleh orang lain.
C. Sejarah perkembangan Scientific
Management.
1.
Tahap Survival ( 1886 - 1930 ), tahun
1886 adalah tahun lahirnya ilmu manajemen yang ditandai dengan gerakan
manajemen ilmiah yang dipelopori oleh Frederick Winslow Taylor.Dalam tahap
survival ini, para ahli memperjuangkan untuk diakuinya manajemen sebagai salah
satu cabang ilmu pengetahuan.
2.
Tahap konsolidasi atau penyempurnaan (
1930 - 1945 ), dalam tahap ini para pelopor manajemen ilmiah merumuskan metode
- metode dan prinsip - prinsip dari ilmu manajemen yang dapat dipraktekan dalam
kegiatan - kegiatan perusahaan.
3.
Tahap human relation ( 1945 - 1959 ),
dalam tahap ini, selain menggunakan prinsip - prinsip berdasarkan keilmuan,
juga lebih mengutamakan perhatian kepada manusia ( para pekerja ) yang berperan
serta dalam kegiatan - kegiatan mencapai tujuan usaha. Hubungan antara pemimpin
dan pegawai diupayakan dilaksanakan dalam suasana hubungan manusia yang lebih
baik.
4.
Tahap behaviouralisme ( 1959 - sekarang
), dalam tahap ini perhatian utama para ahli manajemen terutama dipusatkan
terhadap pentingnya peranan manusia kerja dalam usaha mencapai tujuan
perusahaan.
2.Mengapa
Sistem Kerja perlu dirancang dengan baik?
kenapa system kerja harus dirancang karena jika tidak ada system kerja maka
akan terjadi banyak waktu yang terbuang dan material yang banyak harus
disediakan oleh seseorang,jika dirancang system kerja maka manusia akan lebih
mudah dalam bekerja dan waktu yang diperlukan lebih cepat dan efisien,material
yang dikeluarkan juga akan lebih sedikit.begitu juga dengan biaya yang
diperlukan ketika belum ada system kerja akan lebih banyak dari pada saat
emnggunakan system kerja.
(kelompok : Ruslan Mohammad Kafi , Fikrianto Wibowo , Muflih Anugrah , Naufal Rahmat Nur. )












Tidak ada komentar:
Posting Komentar